Pagi tadi, selepas sahur, aku duduk-duduk diteras depan rumah
Kulihat rembulan separuh dengan baju keperakannya,
menerawang jiwaku,
Ku bertanya pada rembulan :
Yaa dewi malam, adakah kekasihku disana ?
Jawab rembulan, padaku :
Kekasihmu bersemayam dalam jiwamu.
Kemudian, aku mematut-matut cermin nuraniku,
Ya. Ternyata kekasihku masih tinggal disana…
bersama jiwaku.
Waktu terus berlalu menyusuri nadiku
Melepas kantukku.
Dan raja siang menyeruak diantara kerumunan awan
Dibalik bisik dedaunan,
Dengan pakaian keemasannya, ia tersenyum padaku,
Lalu ku bertanya padanya:
Wahai Matahari, tugas apa yang kan kujalani?
Jawab Matahari disegenap jiwaku
Berpuasalah seperti pendahulumu,
kerna pagi ini,
kau di Takdir-kan menyampaikan Firman Allah,
walau satu ayat,
itulah bekalmu menuju Nirwana.
Antara rembulan dan matahari,
Kusembunyikan buku jiwaku.
Kamis, 13 November 2003